Kata ustadz, berdasarkan dalil Quran tentu, tujuan puasa adalah Takwa kepada Allah Azza wajalla. Kok bisa, Hubungan lapar dengan takwa?
Begini sodara, jangan bayangkan Puasanya orang Islam di bulan Ramadhan, atau senin kamis, atau 3 hari pertengahan bulan.. jangan. Itu cuma latihan. Iya latihan. Latihan yang diwajibkan, dan latihan yang disunnahkan. Latihan aja punya dampak pahala luar biasa. Belum lagi dampak kesehatan, dampak psikologis, dampak ekonomi.. semua cunsummer goods tercatat naik penjualan di bulan Ramadhan. Keren ya.. Latihan puasa aja sudah bawa dampak segitu. Lalu dimana takwanya?
Disinilah letak takwa kita kepada Allah subhanahuwata’ala, ketika datang suatu
masa datang takdir yang menakutkan, tajdir yang membuat kita lapar, bahkan sampai mengguncang jiwa. Sebuah ujian maha dahsyat yang Allah hadirkan kepada setuap masing2 individu sebagai ujian keimanan. Maka disinilah latihan puasa kita berguna.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الَّا مَوَا لِ وَالَّا نَفْسِ وَالثَّمَرْتِ وَبَشِّرِ الصَّبِرِينَ
wa lanabluwannakum bisyai-im minal-khoufi wal-juu’i wa naqshim minal-amwaali wal-angfusi was-samaroot, wa basysyirish-shoobiriin
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)
Percayalah sodaraku semua, ujian Allah itu sungguh berat! Sangat mengguncang jiwa, dan menggoda keimanan. Ketakwaan insan diuji. Bukankah banyak Murtadin terjadi di daerah karena lapar?! Dakwah sosial versus Misionaris. Kuat-kuatan strategi, kuat-kuatan dana, kuat-kuatan makanan. Pernah kami dengar berita satu kampung Mirtad karena sebungkus Indomie?! Innalillah, sebuah musibah. Sekaligus bukti bahwa
jikalau latihan puasa kita setengah hati dan berlandas niat dunia, maka akan tibalah ujian sesungguhnya. Karena sungguh lapar, adalah ujian ketakwaan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu kutiba ‘alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba
‘alallaziina ming qoblikum la’allakum tattaquun
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Selo Ruwandanu
Ketua Pembina Majelis Keluarga Indonesia
