Oleh : Ibnu Syafaat
MKI Media, Manggarai Timur — Founder Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia beberapa saat setelah mengantarkan bantuan bagi penyintas gempa di Satar Padut, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026).
Ahmad Zaki Ali yang akrab disapa Bang Jek wafat sekitar pukul 16.10 Wita. Saat itu, ia bersama tim relawan tengah melanjutkan misi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Beberapa relawan dari AQL Humanity yang berada satu mobil bersama Bang Jek menjadi saksi kesyahidannya. Seusai menyalurkan bantuan kepada penyintas gempa, Bang Jek kembali duduk di belakang kemudi untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah Waso.
Namun, perjalanan baru berlangsung beberapa meter. Bang Jek tiba-tiba menghentikan kendaraan.
Ia sempat mengucapkan, “Astaghfirullah,” sebelum kemudian tumbang.

Saya bersama dua orang lainnya yang berada di dalam mobil langsung memberikan pertolongan pertama. Mereka juga berupaya meminta bantuan warga yang melintas di jalan.
Bang Jek kemudian dibawa ke posko kesehatan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Tim medis segera melakukan pertolongan, termasuk memompa jantung dan memberikan oksigen.
Namun, upaya medis tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Dokter di posko kesehatan kemudian menyatakan Bang Jek telah meninggal dunia. Ia tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak gempa di Manggarai Timur. Aktivitasnya di wilayah Satarpadu juga terdokumentasi dalam unggahan pada pertengahan Agustus 2026.
Ia wafat di hari terbaik hari Jumat, dan di situasi terbaik tengah menjalankan misi kemanusiaan, sebuah amal sholeh yang menjadi akhir hidupnya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan merahmatinya.