MKI MEDIA – Kajian membahas keutamaan bulan Muharam sebagai bulan haram pertama dalam kalender Hijriah, mencakup anjuran amalan sunnah (terutama puasa Asyura), sejarah hijrah Nabi, kisah pembantaian Husein di Karbala, serta pelurusan narasi yang diselewengkan oleh kelompok Syiah.
Keputusan & Poin Utama
- Puasa Muharam adalah puasa sunnah paling utama setelah Ramadan, berdasarkan hadis sahih riwayat Muslim.
- Puasa Tasu’a (9 Muharam) dan Asyura (10 Muharam) dianjurkan bersamaan untuk membedakan dari kebiasaan Yahudi; bertepatan dengan hari Rabu (24) dan Kamis (25) pekan depan.
- Rasulullah berniat berpuasa di tanggal 9, namun wafat sebelum sempat melaksanakannya.
- Pahala dan dosa dilipatgandakan di bulan Muharam — amalan saleh maupun maksiat keduanya mendapat penggandaan.
Sejarah Penting di Bulan Muharam
- Hijrah Nabi Muhammad: Dibantu oleh Abu Bakar, Abdullah bin Abu Bakar, Asma binti Abu Bakar, Amir bin Fuhairah (penggembala kambing untuk menghapus jejak), dan Abdullah bin Uraikit sebagai pemandu jalur selatan.
- Ali bin Abi Thalib tidur di tempat tidur Nabi sebagai pengalih perhatian saat hijrah berlangsung.
- Nabi Musa diselamatkan dari kejaran Firaun di bulan Muharam; Firaun ditenggelamkan Allah.
- Pembantaian Husein di Karbala: Husein diundang 4.000 warga Kufah dengan janji baiat, namun sepupunya Muslim bin Akil yang dikirim lebih dulu justru dihukum mati. Husein tetap datang dan akhirnya dibunuh secara brutal oleh orang-orang Kufah — bukan atas perintah Yazid bin Muawiyah.
Pelurusan Narasi Syiah
- Pembunuh Husein adalah orang-orang Kufah (cikal bakal Syiah), bukan Yazid bin Muawiyah yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Syam.
- Syiah menjadikan Syamar bin Zul Jawshan (pembunuh Husein) sebagai nama yang diabadikan di kain kafan mereka — gambaran kontradiksi klaim “cinta Ahlul Bait.”
- Ritual menyiksa diri di hari Asyura (memukul kepala, menyayat dengan silet, bahkan pada bayi) adalah doa Husein yang dikabulkan Allah agar mereka menyiksa diri sendiri.
- Abu Lu’lu’ah (Fairuz Al-Majusi) — pembunuh Umar bin Khattab — dijadikan pahlawan oleh Syiah dengan sebutan “Baba Shuja.”
- Iran tidak dapat dijadikan simbol pembela Palestina karena terbukti ikut andil dalam pembantaian ratusan ribu Muslim di Suriah.
Perang Jamal — Klarifikasi
- Perang Jamal bukan konflik akidah, melainkan tuntutan hukum atas pembunuhan Usman bin Affan yang belum terselesaikan; dipimpin Aisyah, Zubair, dan Thalhah menuntut Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah untuk mengusut pelaku.
- Kebencian Syiah terhadap Aisyah berakar dari fitnah zina, bukan semata dari Perang Jamal.