Penceramah : Ust Hasan Bishri
MKI MEDIA- Kajian ini membahas solusi syariat untuk mengatasi gangguan setan Hanzab dalam shalat, dengan fokus pada sujud sahwi sebagai penyelesaian ketika terjadi keraguan atau kesalahan jumlah rakaat—bukan mengulang shalat dari awal. Dijelaskan bahwa mengulang shalat justru membuat setan menang, sedangkan sujud sahwi adalah cara untuk menghinakan setan. Kajian ini juga menguraikan cara mengatasi was-was dalam wudhu, bacaan shalat, dan perasaan batal karena kentut palsu.
Keputusan & Kesepakatan
- Tidak mengulang shalat dari awal ketika mengalami keraguan atau kekurangan rakaat—cukup dengan sujud sahwi sesuai tuntunan Rasulullah.
- Sujud sahwi dapat dilakukan sebelum atau sesudah salam, keduanya dibolehkan berdasarkan hadis sahih.
- Was-was harus diabaikan dan diperangi, bukan diikuti, karena merupakan tipu daya iblis yang harus dilawan.
- Kentut tanpa bau atau suara dianggap was-was palsu dan tidak membatalkan shalat.
Momen-Momen Sujud Sahwi
1. Ragu Jumlah Rakaat
- Ambil yang meyakinkan (jumlah lebih sedikit), tambahkan rakaat yang kurang, lalu sujud sahwi sebelum salam.
- Contoh: ragu antara 3 atau 4 rakaat → anggap 3, tambah 1 rakaat, lalu sujud sahwi.
2. Kurang Rakaat
- Rasulullah pernah shalat Ashar hanya 3 rakaat, lalu menambah 1 rakaat dan sujud sahwi—tidak mengulang dari awal.
- Imam yang kurang rakaat cukup menambah rakaat yang kurang, makmum mengikuti.
3. Kelebihan Rakaat
- Rasulullah pernah shalat Dhuhur 5 rakaat, lalu langsung sujud sahwi setelah salam—tidak mengulang.
4. Lupa Tahiyat Awal
- Jika masih dalam proses berdiri saat diingatkan “Subhanallah”, langsung duduk dan tidak perlu sujud sahwi.
- Jika sudah berdiri tegak dan mulai membaca Al-Fatihah, tetap lanjutkan dan sujud sahwi sebelum salam.
5. Kurang Sujud
- Jika sudah berdiri setelah sujud pertama, rakaat tersebut dianggap tidak sah—tambah 1 rakaat penuh, lalu sujud sahwi.
Mengatasi Was-was
Was-was dalam Wudhu
- Setan khusus bernama Walhan mengganggu wudhu dengan membuat was-was berlebihan dalam penggunaan air.
- Solusi: Abaikan keraguan dan lanjutkan—was-was terjadi karena kurang ilmu atau akal sedang error.
Was-was dalam Takbiratul Ihram & Bacaan
- Jangan ulangi takbir atau bacaan berkali-kali meskipun merasa kurang sempurna.
- Mengulang-ulang bacaan dapat merusak shalat dan menyia-nyiakan waktu.
Was-was Kentut Palsu
- Setan meniup bagian belakang untuk membuat perasaan sudah kentut.
- Aturan: Jangan batalkan shalat kecuali tercium bau atau terdengar suara kentut dengan jelas.
- Jika hanya perasaan tanpa bukti, katakan pada diri sendiri “kamu dusta” dan lanjutkan shalat.
Prinsip Melawan Was-was
- Keyakinan bahwa was-was adalah bisikan setan, bukan ajaran syariat—harus diperangi untuk mendapat pahala mujahid.
- Orang yang mengikuti was-was menjadi orang yang mentaati iblis dan menyalahi sunnah.
- Bahaya was-was: menyia-nyiakan waktu, mencela orang lain yang shalatnya normal, dan menganggap tuntunan Rasulullah tidak sempurna.
Kasus Khusus
Imam Lupa Membaca Al-Fatihah
- Jika makmum mengingatkan saat imam belum mulai membaca surat, imam bisa langsung membaca Al-Fatihah.
- Jika imam sudah membaca surat lain (belum 1 ayat lengkap), ganti dengan surat yang dihafal.
- Jika sudah membaca 1 ayat lengkap lalu nge-blank, boleh langsung rukuk.
Kebelet saat Shalat
- Sebelum shalat: Tuntaskan hajat (BAK/BAB) terlebih dahulu, baru shalat—ini tanda paham agama.
- Saat shalat: Jika masih bisa ditahan, tahan; jika tidak, batalkan shalat dan tuntaskan hajat.
Lupa Sujud Sahwi Setelah Salam
- Jika masih dalam waktu shalat, kembali ke sajadah dan lakukan sujud sahwi meskipun sudah melepas mukena atau makan separuh piring.
- Jika sudah keluar waktu shalat (misal baru ingat setelah masuk waktu Ashar), qadha shalat tersebut.
Pakaian Kena Najis
- Was-was tanpa bukti: Abaikan, tidak perlu ditelusuri—lanjutkan saja.
- Yakin ada najis: Jika masih dalam waktu shalat, ulangi shalat; jika sudah lewat waktu, qadha.
LINK VIDEO : https://youtu.be/Y3z4sw003oc