Oleh ; Ustad Letkol Laut (KH) Dr. Jayadi, S.Ag., M.A. (Kasubdisbintal Disminpers Kormar)
MKI MEDIA– Kajian rutin MKI membahas sejarah ibadah haji mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW, keterkaitan antara haji dan Idul Adha, serta tata cara pelaksanaan ibadah kurban dan sholat Idul Adha yang akan dilaksanakan tanggal 27 Mei mendatang.
Keputusan yang Diambil
- Kajian Rabu depan diliburkan karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha
- Prioritas ibadah: Mendahulukan kewajiban (membayar hutang) daripada sunnah (berkurban), kecuali hutang bank yang sudah terpotong otomatis
- Umroh vs Kurban: Umroh pertama (wajib) didahulukan dari kurban; umroh kedua dan seterusnya (sunnah) dapat diprioritaskan sesuai kondisi
Sejarah dan Makna Ibadah Haji
Era Nabi Adam AS
- Awal mula haji: Nabi Adam dan Ibu Hawa diturunkan terpisah (India dan Jeddah), kemudian dipertemukan di Jabal Rahmah setelah beristighfar dengan doa Rabbana zholamna anfusana
- Wukuf di Arafah: Dimulai setelah Dzuhur, tempat pertemuan Nabi Adam dengan Ibu Hawa; Allah mengampuni dosa bagi yang berada di sana
- Muzdalifah: Tempat Nabi Adam dan Ibu Hawa bermalam setelah dari Arafah
- Ka’bah dibangun: Malaikat Jibril mengukur pusat surga, dijatuhkan ke Bumi di Mekkah; Nabi Adam membangun Ka’bah dan bertawaf 7 kali dipimpin Jibril
- Pahala tawaf: Diharamkan dari siksa api neraka bagi yang menyelesaikan tawaf 7 kali
Era Nabi Ibrahim AS
- Ritual sa’i: Berasal dari Siti Hajar mencari air untuk Ismail, bolak-balik Safa-Marwah 7 kali
- Perintah seruan haji: Allah memerintahkan Ibrahim menyeru manusia untuk berhaji; seruan sampai ke hati yang dikehendaki Allah
- Talbiyah: Kalimat “Labbaikallahumma labbaik” adalah jawaban memenuhi panggilan Allah
- Tiga hari menjelang Idul Adha:
- Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Hari keragu-raguan Ibrahim tentang mimpi menyembelih Ismail
- Hari Arafah (9 Dzulhijjah): Hari keyakinan bahwa mimpi adalah perintah Allah
- Hari Nahar (10 Dzulhijjah): Hari penyembelihan
Era Nabi Muhammad SAW
- Tanggal 8 Dzulhijjah: Mempersiapkan bekal (air dan makanan), tidak disarankan Haji Tarbiyah (jalan kaki dari hotel ke Arafah) karena berbahaya
- Tanggal 9 Dzulhijjah: Wukuf di Arafah dimulai dengan sholat Dzuhur-Ashar jama’ qashar, khutbah wukuf, berzikir hingga menjelang Maghrib
- Tanggal 10 Dzulhijjah: Mabit di Muzdalifah, mengambil 7 kerikil untuk melempar Jamrah Aqabah; boleh langsung tawaf ifadah atau melempar jumrah dulu
- Makna melempar jumrah: Melawan hawa nafsu dan godaan setan yang membujuk manusia berbuat dosa
Puasa Arafah untuk yang Tidak Haji
- Tanggal 9 Dzulhijjah: Disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak melaksanakan haji
- Pahala: Menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang
- Kesamaan dengan haji: Sama-sama mendapat ampunan Allah seperti orang yang wukuf di Arafah
Tata Cara Sholat Idul Adha
Persiapan Sebelum Sholat
- Takbiran: Dimulai tanggal 9 Dzulhijjah
- Takbir Muqayyad: Setelah sholat fardhu, hingga Ashar 13 Dzulhijjah
- Takbir Murshal: Kapan saja di mana saja (di jalan, pasar, mobil)
- Lafadz: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamdu
- Mandi sunnah: Boleh dilakukan setelah pukul 00:00 dini hari
- Memakai wangi-wangian: Tidak berlebihan, cukup saat orang mencium tidak bau apek
- Memakai pakaian terbaik: Tidak harus baru, yang penting bersih dan rapi; hindari kaos oblong ke masjid
- Berjalan kaki ke masjid: Menambah pahala, sehat, dan silaturahmi
- Rute berbeda: Berangkat dan pulang menggunakan rute berbeda
- Berpuasa sebelum sholat: Tidak makan sebelum sholat Idul Adha, berbuka setelah sholat (berbeda dengan Idul Fitri)
Ibadah Kurban
Makna Kurban di Tiga Zaman
- Era Nabi Adam: Esensi keikhlasan (Habil mengorbankan kambing terbaik dengan niat ikhlas)
- Era Nabi Ibrahim: Bentuk kepasrahan total kepada Allah (siap menyembelih putra sendiri)
- Era Nabi Muhammad: Nilai kemanusiaan dan jiwa sosial
Hukum dan Keutamaan Kurban
- Hukum: Sunnah muakkadah bagi yang mampu
- Ancaman bagi yang mampu tapi tidak berkurban:
- Jangan dekati tempat sholat Nabi (sholat tidak sempurna karena meninggalkan perintah “Fashalli lirabbika wanhar”)
- Memilih antara meninggal dalam keadaan Nasrani/Yahudi
Kriteria Mampu Berkurban
- Uang di luar tanggungan keluarga: Bukan uang belanja atau kebutuhan pokok anak-istri
- Rezeki mendadak: Dapat rezeki banyak pada 10 Dzulhijjah boleh berkurban
- Prinsip: Jangan sampai anak tidak makan karena uang dipakai berkurban
Alternatif Mendapat Pahala Kurban
- Menjadi panitia kurban: Membantu mengurus hewan, menyembelih, memotong daging, membagikan
- Makna kurban di Indonesia: Menyembelih sifat-sifat hewani (nakal, sombong, iri) seperti melempar jumrah di Mina
Pertanyaan yang Dijawab
Q: Prioritas antara membayar hutang vs berkurban?
A: Mendahulukan kewajiban (membayar hutang) daripada sunnah (berkurban). Kecuali hutang bank yang sudah dipotong otomatis tiap bulan, boleh berkurban. Jika yang menghutangi mengikhlaskan dibayar setelah lebaran, boleh berkurban dulu dengan ijab kabul yang jelas.
Q: Tabungan umroh dipotong untuk berkurban, apakah mengurangi niat umroh?
A: Tergantung jenis umroh. Umroh pertama hukumnya wajib, harus didahulukan dari kurban. Umroh kedua dan seterusnya sunnah, boleh dialihkan untuk kurban jika belum pernah berkurban. Prinsipnya: utamakan yang belum pernah dilakukan dan yang wajib daripada sunnah.
Poin Penting
- Haji adalah panggilan Allah bagi yang mau (berniat dan menabung) dan dikehendaki Allah; bisa direncanakan atau mendadak
- Ka’bah posisinya tepat di bawah surga hasil pengukuran Malaikat Jibril
- Manusia diciptakan berdosa: Nabi Adam satu kali dosa diingat terus; manusia sekarang banyak dosa malah lupa, bahkan menggugat dosa orang lain
- Perang batin di dalam hati: Sifat Allah vs hawa nafsu, dengan iblis sebagai pihak ketiga yang membujuk; contoh: lampu merah malam hari—jalan atau berhenti
- Ritual haji mengabadikan kisah para nabi: Setiap ritual (wukuf, tawaf, sa’i, jumrah) memiliki sejarah dari Nabi Adam dan Ibrahim