- Akal Imitasi VS Artifisial Intelegence
Oleh : Ustadz Doddy Al Jambary
Tatkala prasangka itu sebagian dari dosa, maka nilai apalagi yang kita bisa tumpahkan sebagai manusia yang kadang sarat dengan rasa dan prakarsa.
Sedangkan keindahan pilihan kata mungkin terlalu cerdas untuk disejajarkan dengan karya biasa,
padahal jika kita rela memberi celah atas tingkah polah bentangan literasi bumi, sekedar menambah khazanah _tsaqofah islamiyah_ saja
Di era belakangan ini, banyak kekaguman pada hal nisbi, meski bermuatan jati diri yang hakiki, karena sempurna bukan lagi hasil karya, tapi sekedar mentahan rekayasa.
Adalah Allah Al ‘Alim yang Maha Mengetahui segala isi kepala apakah itu adalah karya cinta atau sekedar polesan copy paste biasa.
Bisa difahami bahwa yang terlalu nyaris sempurna pasti bukan datang dari hamba hina, dan di asumsikan harus selalu datang dari sumber mulia, padahal bisa saja Allah hadirkan karena secercah percikan ilmu Allah yang dipancarkan dari kerendahan rasa, dari lintasan luka yang kerap jadi hikmah berkelanjutan.
Jadi mana yg lebih bisa diterima AI ? Atau ai? Artificial Intelegence atau Akal Imitasi?
celoteh sampah pendosa
RS EMC – Pekayon ~ 25 April 2026